Minggu, 11 Maret 2012

simarmudzz_maryam muhammad

. Alat Genitalia Interna
1. Vagina
Setelah melewati introitus vagina, dapat ditemukan vagina yang merupakan suatu penghubung antara introitus dan uterus. Arahnya sejajar dengan arah dari pinggir atas simfisis ke promontorium. Arah ini penting diketahui pada waktu memasukkan jari ke dalam vagina ketika mengadakan pemeriksaan ginekologik. Dinding depan dan belakang vagina berdekatan satu sama lain, masing-masing panjangnya 6,5 cm dan 9 cm. Bentuk vagina sebelah dalam yang berlipat-lipat disebut rugae, di tengah-tengahnya ada bagian yang lebih keras, disebut kolumna rugarum. Lipatan-lipatan ini memungkinkan vagina pada persalinan melebar, sesuai dengan fungsinya sebagai bagian lunak jalan lahir. Di vagina tidak didapatkan kelenjar-kelenjar bersekresi. Epitel vagina terdiri dari epitel gepeng tidak bertanduk, di bawahnya terdapat jaringan ikat yang mengandung banyak pembuluh darah. Pada kehamilan terdapat hipervaskularisasi lapisan jaringan tersebut, sehingga dinding vagina terlihat kebiru-biruan, yang disebut livide. Di bawah jaringan ikat terdapat otot-otot dengan susunan yang sesuai dengan susunan otot-otot usus. Bagian dalamnya terdiri atas musculus circularis dan bagian luarnya atas musculus longitudinalis. Di sebelah luar otot-otot ini terdapat fascia (jaringan ikat) yang akan berkurang elastisitasnya pada wanita yang lanjut usia.
Di sebelah depan dinding vagina depan bagian bawah terdapat uretra, sedangkan bagian atasnya berbatasan dengan kandung kemih sampai ke forniks anterior vagina.
Dinding kanan dan kiri vagina berhubungan dengan musculus levator ani. Di sebelah atas vagina membentuk fornices lateralis sinistra et dextra. Sekitar 1,5 cm di atas forniks lateralis dalam parametrium terletak ureter, dan pada tempat itu ureter melintasi arteria uterina. Hal ini penting diketahui jika harus menjahit kembali robekan pada serviks uteri yang lebar, dan dekat pada tempat arteria uterine serta ureter berada.
Vagina mendapatkan vaskularisasi dari :
a. Arteri uterina, yang melalui cabangnya ke cervix dan vagina memberikan darah ke bagian 1/3 bagian atas vagina
b. Arteri vesicalis inferior, yang melalui cabangnya ke vagina bagian 1/3 tengah
c. Arteri hemorrhoidalis mediana dan arteri pudendus interna, yang memberikan darah ke bagian 1/3 bawah vagina.
Darah kembali melalui pleksus vena yang ada, antara lain pleksus pampiniformis, ke vena hipogastrika dan vena iliaka ke atas.
Pembuluh limfe yang berasal dari 2/3 bagian atas vagina akan melalui kelenjar limfe di daerah vasa iliaka, sedangkan pembuluh limfe yang berasal dari 1/3 bagian bawah akan melalui kelenjar limfe di regio inguinalis.
2. Uterus
Uterus berbentuk seperti buah apokat atau buah pir yang sedikit gepeng ke arah muka belakang. Ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga. Dindingnya terdiri atas otot-otot polos. Ukuran panjang uterus adalah 7-7,5 cm, lebar di atas 5,25 cm, tebal 2,5 cm, dan tebal dinding 1,25 cm. Letak uterus dalam keadaan fisiologis adalah anteversiofleksio (serviks ke depan dan membentuk sudut dengan vagina, begitu pula korpus uteri ke depan membentuk sudut dengan serviks uteri).
Uterus terdiri atas fundus, korpus, dan serviks uteri. Fundus uteri adalah bagian uterus proksimal, dimana merupakan tempat kedua tuba Falopii masuk ke uterus. Di dalam klinik penting untuk diketahui sampai dimana fundus uteri berada oleh karena tuanya kehamilan dapat diperkirakan dengan perabaan pada fundus uteri.
Korpus uteri adalah bagian uterus yang terbesar. Pada kehamilan, bagian ini memiliki fungsi utama sebagai tempat janin berkembang. Rongga yang terdapat pada korpus uteri disebut cavum uteri (rongga rahim). Serviks uteri terdiri atas pars vaginalis services uteri yang disebut portio dan pars supravaginalis services uteri adalah bagian serviks yang berada di atas vagina.
Saluran yang terdapat pada serviks disebut canalis cervicalis berbentuk sebagai saluran lonjong dengan panjang 2,5 cm. Saluran ini dilapisi oleh kelenjar-kelenjar serviks berbentuk sel-sel torak bersilia dan berfungsi sebagai reseptakulum seminis. Pintu saluran serviks sebelah dalam disebut ostium uteri internum, dan pintu di vagina disebut ostium uteri eksternum. Kedua pintu ini penting dalam klinik, misalnya pada penilaian jalannya persalinan, abortus, dan sebagainya. Secara histologik, uterus terdiri atas endometrium di korpus uteri dan endoserviks di serviks uteri, otot-otot polos, dan lapisan serosa yakni peritoneum viscerale.
Endometrium terdiri atas epitel kubik, kelenjar-kelenjar dan jaringan dengan banyak pembuluh darah yang berkelok-kelok. Endometrium melapisi seluruh cavum uteri dan memiliki arti penting dalam siklus haid seorang wanita dalam masa reproduksi (childbearing age). Dalam masa haid, endometrium untuk sebagian besar dilepaskan, untuk kemudian tumbuh lagi dalam masa proliferasi dan selanjutnya dalam masa sekretorik (kelenjar-kelenjar telah berkelok-kelok dan terisi dengan getah). Masa-masa ini dapat diperiksa dengan mengadakan biopsi endometrium.
Lapisan otot polos di sebelah dalam berbentuk sirkuler, dan di sebelah luar berbentuk longitudinal. Di antara kedua lapisan itu terdapat lapisan otot oblik, berbentuk anyaman. Lapisan ini paling penting dalam persalinan oleh karena sesudah plasenta lahir, berkontraksi kuat dan menjepit pembuluh-pembuluh darah yang berada di tempat itu dan yang terbuka.
Uterus ini sebenarnya terapung-apung di dalam rongga pelvis dengan jaringan ikat dan ligamentum yang menyokongnya, sehingga terfiksasi dengan baik. Ligamentum yang memfiksasi uterus adalah :
a. Ligamentum kardinale sinistra dan dekstra (Mackenrodt) yakni ligamentum yang terpenting, mencegah agar uterus tidak turun, terdiri atas jaringan ikat tebal, dan berjalan dari serviks dan puncak vagina ke arah lateral dinding pelvis. Di dalamnya ditemukan banyak pembuluh darah, antara lain vena dan arteri uterina.
b. Ligamentum sakro-uterinum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang menahan uterus agar tidak banyak bergerak, berjalan dari serviks bagian belakang, kiri dan kanan, ke arah os sacrum kiri dan kanan.
c. Ligamentum rotundum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang menahan uterus ke dalam antefleksi dan berjalan dari sudut fundus uteri kiri dan kanan, ke daerah inguinal kanan dan kiri. Pada kehamilan, terkadang terasa sakit di daerah inguinal waktu berdiri cepat karena uterus berkontraksi kuat, dan ligamentum rotundum menjadi kencang serta mengadakan tarikan pada daerah inguinal. Pada persalinan juga teraba kencang dan terasa sakit bila dipegang.
d. Ligamentum latum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang meliputi tuba, berjalan dari uterus ke arah sisi, tidak banyak mengandung jaringan ikat. Sebenarnya ligamentum ini adalah bagian peritoneum viscerale yang meliputi uterus dan kedua tuba dan berbentuk sebagai lipatan. Di bagian dorsal ligamentum ini ditemukan indung telur (ovarium sinistra dan dekstra). Untuk memfiksasi uterus, ligamentum latum ini tidak banyak artinya.
e. Ligamentum infundibulo-pelvikum, yakni ligamentum yang menahan tuba Falopii berjalan dari arah infundibulum ke dinding pelvis. Di dalamnya ditemukan syaraf, pembuluh limfe, arteri dan vena ovarica.
Di samping ligamentum tersebut di atas ditemukan pada sudut kiri dan kanan belakang fundus uteri ligamentum ovarii proprium kiri dan kanan yang menahan ovarium. Ligamentum ovarii ini secara embriologis berasal dari gubernaculums, sama seperti halnya ligamentum rotundum.
Isthmus adalah bagian uterus antara serviks dan corpus uteri, diliputi oleh peritoneum viscerale yang mudah sekali digeser dari dasarnya atau digerakkan di daerah plica vesiko-uterina. Di tempat inilah dinding uterus dibuka jika mengerjakan section cesarean transperitonealis profunda. Dinding belakang uterus seluruhnya diliputi oleh peritoneum viscerale yang membentuk di bawah suatu rongga yang disebut cavum Douglasi. Dalam klinik, rongga ini memiliki arti penting: rongga ini menonjol jika ada cairan (darah atau asites) atau ada tumor di daerah tersebut.
Vaskularisasi uterus berasal dari arteri uterina sinistra dan dekstra yang terdiri dari ramus ascenden dan ramus descenden. Pembuluh darah ini berasal dari a. iliaka interna (= a. hipogastrika) yang melalui dasar ligamentum latum, masuk ke dalam uterus di daerah serviks kira-kira 1,5 cm dari forniks vagina.
Terkadang pada persalinan terjadi perdarahan banyak oleh karena robekan serviks ke lateral, sehingga mengenai cabang-cabang a. uterina. Robekan ini disebabkan antara lain oleh pimpinan persalinan yang salah, persalinan dengan alat misalnya ekstraksi dengan cunam yang dilakukan kurang cermat dan sebagainya. Dalam hal ini harus berhati-hati dalam menjahit robekan serviks. Terkadang disangka robekan telah dijahit dengan baik oleh karena tidak tampak adanya perdarahan lagi. Padahal, perdarahan tetap berlangsung terus ke dalam parametrium. Timbullah hematom di parametrium yang sukar didiagnosis dan dapat mengakibatkan ibu yang baru bersalin jatuh dalam kondisi syok dan jika hematom di parametrium tidak dipikirkan, wanita tersebut mungkin tidak tertolong lagi.
Kita harus berhati-hati pula jangan sampai ureter yang dekat dengan daerah tersebut ikut terjahit, sehingga terjadi anuria disusul oleh uremia, dan akhirnya kematian penderita.
Pembuluh darah lain yang memvaskularisasi uterus adalah a. ovarica sinistra et dextra. Ini berjalan dari lateral dinding pelvis, melalui ligamentum infundibulo-pelvikum mengikuti tuba Falopii, beranastomosis dengan ramus asendens arteri uterina di sebelah lateral, kanan dan kiri uterus. Bersama-sama dengan arteri-arteri tersebut di atas terdapat vena-vena yang kembali melalui pleksus vena ke vena hipogastrika.
Pembuluh limfe yang berasal dari serviks akan mengalir ke daerah obturatorial dan inguinal dan selanjutnya ke daerah vasa iliaka. Dari corpus uteri, pembuluh limfe ini akan menuju daerah para-aorta atau para vertebra-dalam. Kelenjar-kelenjar limfe penting artinya pada operasi karsinoma.
Inervasi uterus terdiri dari sistem saraf simpatik, tetapi untuk sebagian juga terdiri dari saraf parasimpatik dan serebrospinal. Sistem saraf parasimpatik berada di dalam panggul sebelah kiri dan kanan os sacrum, berasal dari syaraf sacral 2, 3, dan 4, dan selanjutnya memasuki pleksus Frankenhauser. Saraf simpatik masuk ke rongga panggul sebagai pleksus hipogastrikus melalui bifurcatio aorta dan promontorium terus ke bawah menuju pleksus Frankenhauser. Pleksus ini terdiri atas ganglion-ganglion berukuran besar dan kecil dan terletak terutama pada dasar ligament sacro-uterina. Serabut-serabut syaraf tersebut di atas memberi inervasi pada miometrium dan endometrium. Kedua sistem simpatik dan parasimpatik mengandung unsur motorik dan sensorik. Kedua sistem bekerja antagonis, syaraf simpatik menimbulkan kontraksi dan vasokonstriksi, sedangkan syaraf parasimpatik sebaliknya, mencegah kontraksi dan menimbulkan vasodilatasi.
Syaraf yang berasal dari torakal 11 dan 12 mengandung syaraf sensorik dari uterus dan meneruskan perasaan sakit dari uterus ke serebrum. Syaraf sensorik dari serviks dan bagian atas vagina melalui syaraf sacral 2, 3, dan 4, sedangkan dari bagian bawah vagina melalui nervus pudendus dan nervus ileoinguinalis.
3. Tuba Falopii
Tuba Falopii terdiri atas :
a. Pars interstisialis, bagian yang terdapat di dinding pars uterus
b. Pars ismika, merupakan bagian medial tuba yang sempit seluruhnya
c. Pars ampullaris, bagian yang berbentuk sebagai saluran agak lebar, tempat terjadinya konsepsi
d. Infundibulum, bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen dan mempunyai fimbriae
Fimbriae penting artinya bagi tuba untuk menangkap ovum untuk kemudian menyalurkan ovum ke dalam tuba. Bentuk infundibulum seperti anemon (binatang laut).
Bagian luar tuba diliputi oleh peritoneum visceral, yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Otot di dinding tuba terdiri atas (dari luar dan dalam) otot longitudinal dan otot sirkuler. Lebih ke dalam lagi didapatkan selaput yang berlipat-lipat dengan sel yang bersekresi dan bersilia yang khas, berfungsi untuk menyalurkan ovum atau hasil konsepsi ke arah cavum uteri dengan arus yang ditimbulkan oleh getaran rambut getar tersebut.
4. Ovarium
Wanita pada umumnya mempunyai 2 ovarium kanan dan kiri, yang dengan mesovarium menggantung di bagian belakang ligamentum latum, kiri dan kanan. Ovarium adalah kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm, lebar dan tebal kira-kira 1,5 cm. Pinggir atasnya atau hilusnya berhubungan dengan mesovarium tempat ditemukannya pembuluh-pembuluh darah dan serabut-serabut syaraf untuk ovarium. Pinggir bawahnya bebas. Permukaan belakangnya menuju ke atas dan ke belakang, sedangkan permukaan depannya ke bawah dan depan.
Ujung yang dekat dengan tuba terletak lebih tinggi daripada ujung yang dekat dengan uterus, dan tidak jarang diselubungi oleh beberapa fimbriae dari infundibulum.
Top of Form
https://www.paypalobjects.com/WEBSCR-640-20110429-1/en_US/i/scr/pixel.gif
Bottom of Form
Related Articles
  • Similar posts plugin not found.
  • http://1.gravatar.com/avatar/7f3419e60c5a7afb725e1f33a7e455d8?s=60&d=http%3A%2F%2Fdoctorology.net%2Fwp-content%2Fthemes%2FHuex%2FHuex%2Fimg%2Favatar.jpg%3Fs%3D60&r=G
ratih pertiwi 21/09/2011
mhon kpada pihak penulis untuk memperbaiki naskah blog di atas mengenai materi anatomi alat kandungan naskah yang vulva, dari buku yang saya baca ilmu kebidanan itu merupakan penjelasan dari vestibulum..,,
maaf bila koment saya mengganggu, hanya untuk perbaikan saja..

Ureter
Ureter merupakan saluran sepanjang 25-30 cm yang membawa hasil penyaringan ginjal (filtrasi, reabsorpsi, sekresi) dari pelvis renalis menuju vesica urinaria. Terdapat sepasang ureter yang terletak retroperitoneal, masing-masing satu untuk setiap ginjal.
Syntopi ureter

Ureter kiri
Ureter kanan
Anterior
Kolon sigmoid
a/v. colica sinistra
a/v. testicularis/ovarica
Duodenum  pars descendens
Ileum terminal
a/v. colica dextra
a/v.ileocolica
mesostenium
Posterior
M.psoas major, percabangan a.iliaca communis

Laki-laki: melintas di bawah lig. umbilikal lateral dan ductus deferens
Perempuan: melintas di sepanjang sisi cervix uteri dan bagian atas vagina
Ureter setelah keluar dari ginjal (melalui pelvis) akan turun di depan m.psoas major, lalu menyilangi pintu atas panggul dengan a.iliaca communis. Ureter berjalan secara postero-inferior di dinding lateral pelvis, lalu melengkung secara ventro-medial untuk mencapai vesica urinaria. Adanya katup uretero-vesical mencegah aliran balik urine setelah memasuki kandung kemih. Terdapat beberapa tempat di mana ureter mengalami penyempitan yaitu peralihan pelvis renalis-ureter, fleksura marginalis serta muara ureter ke dalam vesica urinaria. Tempat-tempat seperti ini sering terbentuk batu/kalkulus.
Ureter diperdarahi oleh cabang dari a.renalis, aorta abdominalis, a.iliaca communis, a.testicularis/ovarica serta a.vesicalis inferior. Sedangkan persarafan ureter melalui segmen T10-L1 atau L2 melalui pleksus renalis, pleksus aorticus, serta pleksus hipogastricus superior dan inferior.
Vesica urinaria
Vesica urinaria, sering juga disebut kandung kemih atau buli-buli, merupakan tempat untuk menampung urine yang berasal dari ginjal melalui ureter, untuk selanjutnya diteruskan ke uretra dan lingkungan eksternal tubuh melalui mekanisme relaksasi sphincter. Vesica urinaria terletak di lantai pelvis (pelvic floor), bersama-sama dengan organ lain seperti rektum, organ reproduksi, bagian usus halus, serta pembuluh-pembuluh darah, limfatik dan saraf.
Syntopi vesica urinaria
Vertex
Lig. umbilical medial
Infero-lateral
Os. Pubis, M.obturator internus, M.levator ani
Superior
Kolon sigmoid, ileum (laki-laki), fundus-korpus uteri, excav. vesicouterina (perempuan)
Infero-posterior
Laki-laki: gl.vesiculosa, ampula vas deferens,rektum
Perempuan: korpus-cervis uteri, vagina
Dalam keadaan kosong vesica urinaria berbentuk tetrahedral yang terdiri atas tiga bagian yaitu apex, fundus/basis dan collum. Serta mempunyai tiga permukaan (superior dan inferolateral dextra dan sinistra) serta empat tepi (anterior, posterior, dan lateral dextra dan sinistra). Dinding vesica urinaria terdiri dari otot m.detrusor (otot spiral, longitudinal, sirkular). Terdapat trigonum vesicae pada bagian posteroinferior dan collum vesicae. Trigonum vesicae merupakan suatu bagian berbentuk mirip-segitiga yang terdiri dari orifisium kedua ureter dan collum vesicae, bagian ini berwarna lebih pucat dan tidak memiliki rugae walaupun dalam keadaan kosong.
Vesicae urinaria diperdarahi oleh a.vesicalis superior dan inferior. Namun pada perempuan, a.vesicalis inferior digantikan oleh a.vaginalis.
Sedangkan persarafan pada vesica urinaria terdiri atas persarafan simpatis dan parasimpatis. Persarafan simpatis melalui n.splanchnicus minor, n.splanchnicus imus, dan n.splanchnicus lumbalis L1-L2. Adapun persarafan parasimpatis melalui n.splanchnicus pelvicus S2-S4, yang berperan sebagai sensorik dan motorik.
Uretra
Uretra merupakan saluran yang membawa urine keluar dari vesica urinaria menuju lingkungan luar. Terdapat beberapa perbedaan uretra pada pria dan wanita. Uretra pada pria memiliki panjang sekitar 20 cm dan juga berfungsi sebagai organ seksual (berhubungan dengan kelenjar prostat), sedangkan uretra pada wanita panjangnya sekitar 3.5 cm. selain itu, Pria memiliki dua otot sphincter yaitu m.sphincter interna (otot polos terusan dari m.detrusor dan bersifat involunter) dan m.sphincter externa (di uretra pars membranosa, bersifat volunter), sedangkan pada wanita hanya memiliki m.sphincter externa (distal inferior dari kandung kemih dan bersifat volunter).
Pada pria, uretra dapat dibagi atas pars pre-prostatika, pars prostatika, pars membranosa dan pars spongiosa.
  • Pars pre-prostatika (1-1.5 cm), merupakan bagian dari collum vesicae dan aspek superior kelenjar prostat. Pars pre-prostatika dikelilingi otot m. sphincter urethrae internal yang berlanjut dengan kapsul kelenjar prostat. Bagian ini disuplai oleh persarafan simpatis.
  • Pars prostatika (3-4 cm), merupakan bagian yang melewati/menembus kelenjar prostat. Bagian ini dapat lebih dapat berdilatasi/melebar dibanding bagian lainnya.
  • Pars membranosa (12-19 mm), merupakan bagian yang terpendek dan tersempit. Bagian ini menghubungkan dari prostat menuju bulbus penis melintasi diafragma urogenital. Diliputi otot polos dan di luarnya oleh m.sphincter urethrae eksternal yang berada di bawah kendali volunter (somatis).
  • Pars spongiosa (15 cm), merupakan bagian uretra paling panjang, membentang dari pars membranosa sampai orifisium di ujung kelenjar penis. Bagian ini dilapisi oleh korpus spongiosum di bagian luarnya.
Sedangkan uretra pada wanita berukuran lebih pendek (3.5 cm) dibanding uretra pada pria. Setelah melewati diafragma urogenital, uretra akan bermuara pada orifisiumnya di antara klitoris dan vagina (vagina opening). Terdapat m. spchinter urethrae yang bersifat volunter di bawah kendali somatis, namun tidak seperti uretra pria, uretra pada wanita tidak memiliki fungsi reproduktif.

B. Alat Genitalia Eksterna
1. Mons veneris
Mons veneris merupakan bagian yang menonjol di atas simfisis dan pada wanita dewasa ditutupi oleh rambut kemaluan. Pertumbuhan rambut kemaluan ini tergantung dari suku bangsa dan juga dari jenis kelamin. Pada wanita biasanya batas atasnya melintang sampai pinggir atas simfisis, sedangkan ke bawah sampai sekitar anus dan paha.
2. Labia mayora
Labia mayora (bibir-bibir besar) terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Berbentuk lonjong mengecil ke bawah, terisi oleh jaringan lemak yang serupa dengan yang ada di mons veneris. Ke bawah dan ke belakang kedua labia mayora bertemu dan membentuk kommisura posterior.
3. Labia minora
Labia minora (bibir-bibir kecil) adalah suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam labia mayora. Ke depan, kedua bibir kecil bertemu dan membentuk di atas klitoris yaitu preputium klitoridis, dan di bawah klitoris yaitu frenulum klitoridis. Ke belakang, kedua labia minora juga bersatu dan membentuk fossa naviculare. Fossa naviculare ini pada wanita yang belum pernah bersalin tampak masih utuh, berbentuk cekung seperti perahu. Sedangkan pada wanita yang pernah melahirkan terlihat tebal dan tak rata. Kulit yang meliputi labia minora mengandung banyak glandula sebasea (kelenjar lemak) dan juga ujung-ujung syaraf yang menyebabkan labia minora sangat sensitif. Jaringan ikatnya mengandung banyak pembuluh darah dan beberapa otot polos yang menyebabkan labia minora ini dapat mengembang.
4. Klitoris
Klitoris kira-kira sebesar kacang hijau, tertutup oleh preputium klitoridis, dan terdiri atas glans klitoridis, korpus klitoridis, dan 2 crura yang menggantungkan klitoris ke os pubis. Glans klitoridis terdiri atas jaringan yang dapat mengembang, penuh dengan syaraf, hingga sangat sensitif.
5. Vulva
Vulva berbentuk lonjong dengan ukuran panjang dari depan ke belakang dan dibatasi di bagian depan oleh klitoris, sebelah kanan dan kiri oleh kedua labia minora, dan di belakang oleh perineum. Embriologiknya sesuai dengan sinus urogenitalis. Di vulva, 1-1,5 cm di bawah klitoris ditemukan orifisium uretra eksternum berbentuk membujur 4-5 mm dan tidak jarang sukar ditemukan oleh karena tertutup oleh lipatan-lipatan selaput vagina. Tidak jauh dari lubang kemih, di kiri dan di kanan bawahnya, dapat dilihat dua ostia Skene. Saluran Skene analog dengan kelenjar prostat pada laki-laki. Di kiri dan kanan bawah, dekat fossa naviculare, terdapat kelenjar Bartolin. Kelenjar ini dengan ukuran diameter lebih kurang 1 cm, terletak di bawah otot konstriktor kunni dan mempunyai saluran panjang 1,5-2 cm yang bermuara di vulva, tidak jauh dari fossa naviculare. Pada coitus, kelenjar Bartolin mengeluarkan getah lendir.
6. Bulbus vestibuli
Bulbus vestibuli dextra dan sinistra terletak di bawah selaput lendir vulva, dekat ramus os pubis. Ukuran panjangnya 3-4 cm, lebar 1-2 cm, dan tebalnya 0,51-1 cm. mengandung banyak pembuluh darah, sebagian tertutup oleh musculus ischiocavernosus dan musculus constrictor vaginae. Embriologik sesuai dengan corpus cavernosum penis. Pada waktu persalinan biasanya kedua bulbus tertarik ke atas, ke bawah arcus pubis, akan tetapi bagian bawahnya yang melingkari vagina sering mengalami cedera, dan sekali-sekali timbul hematom vulva atau perdarahan.
7. Introitus vagina
Introitus vagina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Pada seorang virgo selalu dilindungi oleh labia minora. Jika labia minora ini dibuka, maka barulah dapat dilihat, ditutupi selaput dara (himen). Himen ini mempunyai bentuk berbeda-beda, mulai dari semilunar (bulan sabit) sampai yang berlubang-lubang, atau yang ada pemisahnya (septum). Konsistensinya juga berbeda-beda, mulai dari yang kaku sampai yang lunak sekali. Hiatus himenalis (lubang selaput dara) berukuran dari yang seujung jari hingga yang mudah dilalui oleh dua jari. Umumnya himen robek pada coitus, dan robekan ini terjadi pada tempat jam 5 atau jam 7, dan sampai dasar himen tersebut. Sesudah persalian, himen robek pada beberapa tempat, dan apa yang dilihat adalah sisa-sisanya (caruncula himenalis) saja.
8. Perineum
Perineum terletak antara vulva dan anus, dengan panjang rata-rata 4 cm.
B. Alat Genitalia Interna
1. Vagina
Setelah melewati introitus vagina, dapat ditemukan vagina yang merupakan suatu penghubung antara introitus dan uterus. Arahnya sejajar dengan arah dari pinggir atas simfisis ke promontorium. Arah ini penting diketahui pada waktu memasukkan jari ke dalam vagina ketika mengadakan pemeriksaan ginekologik. Dinding depan dan belakang vagina berdekatan satu sama lain, masing-masing panjangnya 6,5 cm dan 9 cm. Bentuk vagina sebelah dalam yang berlipat-lipat disebut rugae, di tengah-tengahnya ada bagian yang lebih keras, disebut kolumna rugarum. Lipatan-lipatan ini memungkinkan vagina pada persalinan melebar, sesuai dengan fungsinya sebagai bagian lunak jalan lahir. Di vagina tidak didapatkan kelenjar-kelenjar bersekresi. Epitel vagina terdiri dari epitel gepeng tidak bertanduk, di bawahnya terdapat jaringan ikat yang mengandung banyak pembuluh darah. Pada kehamilan terdapat hipervaskularisasi lapisan jaringan tersebut, sehingga dinding vagina terlihat kebiru-biruan, yang disebut livide. Di bawah jaringan ikat terdapat otot-otot dengan susunan yang sesuai dengan susunan otot-otot usus. Bagian dalamnya terdiri atas musculus circularis dan bagian luarnya atas musculus longitudinalis. Di sebelah luar otot-otot ini terdapat fascia (jaringan ikat) yang akan berkurang elastisitasnya pada wanita yang lanjut usia.
Di sebelah depan dinding vagina depan bagian bawah terdapat uretra, sedangkan bagian atasnya berbatasan dengan kandung kemih sampai ke forniks anterior vagina.
Dinding kanan dan kiri vagina berhubungan dengan musculus levator ani. Di sebelah atas vagina membentuk fornices lateralis sinistra et dextra. Sekitar 1,5 cm di atas forniks lateralis dalam parametrium terletak ureter, dan pada tempat itu ureter melintasi arteria uterina. Hal ini penting diketahui jika harus menjahit kembali robekan pada serviks uteri yang lebar, dan dekat pada tempat arteria uterine serta ureter berada.
Vagina mendapatkan vaskularisasi dari :
a. Arteri uterina, yang melalui cabangnya ke cervix dan vagina memberikan darah ke bagian 1/3 bagian atas vagina
b. Arteri vesicalis inferior, yang melalui cabangnya ke vagina bagian 1/3 tengah
c. Arteri hemorrhoidalis mediana dan arteri pudendus interna, yang memberikan darah ke bagian 1/3 bawah vagina.
Darah kembali melalui pleksus vena yang ada, antara lain pleksus pampiniformis, ke vena hipogastrika dan vena iliaka ke atas.
Pembuluh limfe yang berasal dari 2/3 bagian atas vagina akan melalui kelenjar limfe di daerah vasa iliaka, sedangkan pembuluh limfe yang berasal dari 1/3 bagian bawah akan melalui kelenjar limfe di regio inguinalis.
2. Uterus
Uterus berbentuk seperti buah apokat atau buah pir yang sedikit gepeng ke arah muka belakang. Ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga. Dindingnya terdiri atas otot-otot polos. Ukuran panjang uterus adalah 7-7,5 cm, lebar di atas 5,25 cm, tebal 2,5 cm, dan tebal dinding 1,25 cm. Letak uterus dalam keadaan fisiologis adalah anteversiofleksio (serviks ke depan dan membentuk sudut dengan vagina, begitu pula korpus uteri ke depan membentuk sudut dengan serviks uteri).
Uterus terdiri atas fundus, korpus, dan serviks uteri. Fundus uteri adalah bagian uterus proksimal, dimana merupakan tempat kedua tuba Falopii masuk ke uterus. Di dalam klinik penting untuk diketahui sampai dimana fundus uteri berada oleh karena tuanya kehamilan dapat diperkirakan dengan perabaan pada fundus uteri.
Korpus uteri adalah bagian uterus yang terbesar. Pada kehamilan, bagian ini memiliki fungsi utama sebagai tempat janin berkembang. Rongga yang terdapat pada korpus uteri disebut cavum uteri (rongga rahim). Serviks uteri terdiri atas pars vaginalis services uteri yang disebut portio dan pars supravaginalis services uteri adalah bagian serviks yang berada di atas vagina.
Saluran yang terdapat pada serviks disebut canalis cervicalis berbentuk sebagai saluran lonjong dengan panjang 2,5 cm. Saluran ini dilapisi oleh kelenjar-kelenjar serviks berbentuk sel-sel torak bersilia dan berfungsi sebagai reseptakulum seminis. Pintu saluran serviks sebelah dalam disebut ostium uteri internum, dan pintu di vagina disebut ostium uteri eksternum. Kedua pintu ini penting dalam klinik, misalnya pada penilaian jalannya persalinan, abortus, dan sebagainya. Secara histologik, uterus terdiri atas endometrium di korpus uteri dan endoserviks di serviks uteri, otot-otot polos, dan lapisan serosa yakni peritoneum viscerale.
Endometrium terdiri atas epitel kubik, kelenjar-kelenjar dan jaringan dengan banyak pembuluh darah yang berkelok-kelok. Endometrium melapisi seluruh cavum uteri dan memiliki arti penting dalam siklus haid seorang wanita dalam masa reproduksi (childbearing age). Dalam masa haid, endometrium untuk sebagian besar dilepaskan, untuk kemudian tumbuh lagi dalam masa proliferasi dan selanjutnya dalam masa sekretorik (kelenjar-kelenjar telah berkelok-kelok dan terisi dengan getah). Masa-masa ini dapat diperiksa dengan mengadakan biopsi endometrium.
Lapisan otot polos di sebelah dalam berbentuk sirkuler, dan di sebelah luar berbentuk longitudinal. Di antara kedua lapisan itu terdapat lapisan otot oblik, berbentuk anyaman. Lapisan ini paling penting dalam persalinan oleh karena sesudah plasenta lahir, berkontraksi kuat dan menjepit pembuluh-pembuluh darah yang berada di tempat itu dan yang terbuka.
Uterus ini sebenarnya terapung-apung di dalam rongga pelvis dengan jaringan ikat dan ligamentum yang menyokongnya, sehingga terfiksasi dengan baik. Ligamentum yang memfiksasi uterus adalah :
a. Ligamentum kardinale sinistra dan dekstra (Mackenrodt) yakni ligamentum yang terpenting, mencegah agar uterus tidak turun, terdiri atas jaringan ikat tebal, dan berjalan dari serviks dan puncak vagina ke arah lateral dinding pelvis. Di dalamnya ditemukan banyak pembuluh darah, antara lain vena dan arteri uterina.
b. Ligamentum sakro-uterinum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang menahan uterus agar tidak banyak bergerak, berjalan dari serviks bagian belakang, kiri dan kanan, ke arah os sacrum kiri dan kanan.
c. Ligamentum rotundum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang menahan uterus ke dalam antefleksi dan berjalan dari sudut fundus uteri kiri dan kanan, ke daerah inguinal kanan dan kiri. Pada kehamilan, terkadang terasa sakit di daerah inguinal waktu berdiri cepat karena uterus berkontraksi kuat, dan ligamentum rotundum menjadi kencang serta mengadakan tarikan pada daerah inguinal. Pada persalinan juga teraba kencang dan terasa sakit bila dipegang.
d. Ligamentum latum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang meliputi tuba, berjalan dari uterus ke arah sisi, tidak banyak mengandung jaringan ikat. Sebenarnya ligamentum ini adalah bagian peritoneum viscerale yang meliputi uterus dan kedua tuba dan berbentuk sebagai lipatan. Di bagian dorsal ligamentum ini ditemukan indung telur (ovarium sinistra dan dekstra). Untuk memfiksasi uterus, ligamentum latum ini tidak banyak artinya.
e. Ligamentum infundibulo-pelvikum, yakni ligamentum yang menahan tuba Falopii berjalan dari arah infundibulum ke dinding pelvis. Di dalamnya ditemukan syaraf, pembuluh limfe, arteri dan vena ovarica.
Di samping ligamentum tersebut di atas ditemukan pada sudut kiri dan kanan belakang fundus uteri ligamentum ovarii proprium kiri dan kanan yang menahan ovarium. Ligamentum ovarii ini secara embriologis berasal dari gubernaculums, sama seperti halnya ligamentum rotundum.
Isthmus adalah bagian uterus antara serviks dan corpus uteri, diliputi oleh peritoneum viscerale yang mudah sekali digeser dari dasarnya atau digerakkan di daerah plica vesiko-uterina. Di tempat inilah dinding uterus dibuka jika mengerjakan section cesarean transperitonealis profunda. Dinding belakang uterus seluruhnya diliputi oleh peritoneum viscerale yang membentuk di bawah suatu rongga yang disebut cavum Douglasi. Dalam klinik, rongga ini memiliki arti penting: rongga ini menonjol jika ada cairan (darah atau asites) atau ada tumor di daerah tersebut.
Vaskularisasi uterus berasal dari arteri uterina sinistra dan dekstra yang terdiri dari ramus ascenden dan ramus descenden. Pembuluh darah ini berasal dari a. iliaka interna (= a. hipogastrika) yang melalui dasar ligamentum latum, masuk ke dalam uterus di daerah serviks kira-kira 1,5 cm dari forniks vagina.
Terkadang pada persalinan terjadi perdarahan banyak oleh karena robekan serviks ke lateral, sehingga mengenai cabang-cabang a. uterina. Robekan ini disebabkan antara lain oleh pimpinan persalinan yang salah, persalinan dengan alat misalnya ekstraksi dengan cunam yang dilakukan kurang cermat dan sebagainya. Dalam hal ini harus berhati-hati dalam menjahit robekan serviks. Terkadang disangka robekan telah dijahit dengan baik oleh karena tidak tampak adanya perdarahan lagi. Padahal, perdarahan tetap berlangsung terus ke dalam parametrium. Timbullah hematom di parametrium yang sukar didiagnosis dan dapat mengakibatkan ibu yang baru bersalin jatuh dalam kondisi syok dan jika hematom di parametrium tidak dipikirkan, wanita tersebut mungkin tidak tertolong lagi.
Kita harus berhati-hati pula jangan sampai ureter yang dekat dengan daerah tersebut ikut terjahit, sehingga terjadi anuria disusul oleh uremia, dan akhirnya kematian penderita.
Pembuluh darah lain yang memvaskularisasi uterus adalah a. ovarica sinistra et dextra. Ini berjalan dari lateral dinding pelvis, melalui ligamentum infundibulo-pelvikum mengikuti tuba Falopii, beranastomosis dengan ramus asendens arteri uterina di sebelah lateral, kanan dan kiri uterus. Bersama-sama dengan arteri-arteri tersebut di atas terdapat vena-vena yang kembali melalui pleksus vena ke vena hipogastrika.
Pembuluh limfe yang berasal dari serviks akan mengalir ke daerah obturatorial dan inguinal dan selanjutnya ke daerah vasa iliaka. Dari corpus uteri, pembuluh limfe ini akan menuju daerah para-aorta atau para vertebra-dalam. Kelenjar-kelenjar limfe penting artinya pada operasi karsinoma.
Inervasi uterus terdiri dari sistem saraf simpatik, tetapi untuk sebagian juga terdiri dari saraf parasimpatik dan serebrospinal. Sistem saraf parasimpatik berada di dalam panggul sebelah kiri dan kanan os sacrum, berasal dari syaraf sacral 2, 3, dan 4, dan selanjutnya memasuki pleksus Frankenhauser. Saraf simpatik masuk ke rongga panggul sebagai pleksus hipogastrikus melalui bifurcatio aorta dan promontorium terus ke bawah menuju pleksus Frankenhauser. Pleksus ini terdiri atas ganglion-ganglion berukuran besar dan kecil dan terletak terutama pada dasar ligament sacro-uterina. Serabut-serabut syaraf tersebut di atas memberi inervasi pada miometrium dan endometrium. Kedua sistem simpatik dan parasimpatik mengandung unsur motorik dan sensorik. Kedua sistem bekerja antagonis, syaraf simpatik menimbulkan kontraksi dan vasokonstriksi, sedangkan syaraf parasimpatik sebaliknya, mencegah kontraksi dan menimbulkan vasodilatasi.
Syaraf yang berasal dari torakal 11 dan 12 mengandung syaraf sensorik dari uterus dan meneruskan perasaan sakit dari uterus ke serebrum. Syaraf sensorik dari serviks dan bagian atas vagina melalui syaraf sacral 2, 3, dan 4, sedangkan dari bagian bawah vagina melalui nervus pudendus dan nervus ileoinguinalis.
3. Tuba Falopii
Tuba Falopii terdiri atas :
a. Pars interstisialis, bagian yang terdapat di dinding pars uterus
b. Pars ismika, merupakan bagian medial tuba yang sempit seluruhnya
c. Pars ampullaris, bagian yang berbentuk sebagai saluran agak lebar, tempat terjadinya konsepsi
d. Infundibulum, bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen dan mempunyai fimbriae
Fimbriae penting artinya bagi tuba untuk menangkap ovum untuk kemudian menyalurkan ovum ke dalam tuba. Bentuk infundibulum seperti anemon (binatang laut).
Bagian luar tuba diliputi oleh peritoneum visceral, yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Otot di dinding tuba terdiri atas (dari luar dan dalam) otot longitudinal dan otot sirkuler. Lebih ke dalam lagi didapatkan selaput yang berlipat-lipat dengan sel yang bersekresi dan bersilia yang khas, berfungsi untuk menyalurkan ovum atau hasil konsepsi ke arah cavum uteri dengan arus yang ditimbulkan oleh getaran rambut getar tersebut.
4. Ovarium
Wanita pada umumnya mempunyai 2 ovarium kanan dan kiri, yang dengan mesovarium menggantung di bagian belakang ligamentum latum, kiri dan kanan. Ovarium adalah kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm, lebar dan tebal kira-kira 1,5 cm. Pinggir atasnya atau hilusnya berhubungan dengan mesovarium tempat ditemukannya pembuluh-pembuluh darah dan serabut-serabut syaraf untuk ovarium. Pinggir bawahnya bebas. Permukaan belakangnya menuju ke atas dan ke belakang, sedangkan permukaan depannya ke bawah dan depan.
Ujung yang dekat dengan tuba terletak lebih tinggi daripada ujung yang dekat dengan uterus, dan tidak jarang diselubungi oleh beberapa fimbriae dari infundibulum.